Itulah Cinda



Cedesa adalah singkatan dari CEwek DE Satu duA. Terdiri dari 8 anggota, yaitu Cinda, Trisna, Putri, Imrok, Do, Nisa, PJ dan Aris. Mereka adalah mahasiswi Teknik Informatika. Dari awal perjumpaan mereka belum saling mengenal sifat atau kepribadian satu sama lain. Terutama Cinda adalah sosok yang paling misterius diantara mereka, karena ia terkenal sangat pendiam dan selalu memasang senyum manisnya. Meskipun begitu, dilihat dari segi manapun, ia salah satu orang yang terlihat paling melas sendiri diantara Cedesa.


Setelah beberapa bulan berteman, ternyata yang dipikirkan Cedesa tak sesuai yang mereka pikirkan. Akhirnya, mereka menyadari kalau Cinda adalah sosok orang yang super narsis, alay dan lebay. Hal itu ketahuan, setelah secara tak sengaja PJ membuka laptopnya, terlihat banyak aksinya didepan kamera, mulai dari lip sync, gaya-gaya selfie yang terlalu alay. Padahal, selama ini Cinda selalu menghindar saat diajak foto, alasannya malu dan gak percaya diri. Pada akhirnya, ia sudah ketahuan dan rasa kewibawaannya selama ini hilang seketika.
Meskipun, ia sudah ketahuan kalau dirinya alay, ia tetap bersikap diam saat dikampus. Ia merasa harus menjaga imagenya sampai akhir, tapi apalah daya, seiring berjalannya waktu, ia tak mampu menahan rasa kegilaannya. Ia paling tak tahan jika mendengar lagu dari Sharukh Khan yang berjudul Chaiya-chaiya. Ketika lagu diputar, maka ia akan bernyanyi dan bergoyang menirukan gaya Briptu Norman saat lip sync.
Dari situlah, kegilaan-kegilaan Cinda yang lainnya keluar dengan sendirinya. Ternyata, Cinda adalah orang yang suka bercanda dan iseng. Andalan candaannya adalah mengarang cerita-cerita aneh, meskipun begitu, teman-temannya selalu percaya dengan perkataannya, apalagi Trisna, ia sudah sering dibohongi. Hingga pada akhirnya, membuat mereka semua sudah tak percaya lagi apapun yang dikatakan oleh Cinda sekalipun itu serius. Kasihan emang.
Cinda mempunyai hobi iseng yaitu menyembunyikan handphone temannya. Apabila ada handphone diantara mereka hilang, sudah bakal ke tebak siapa yang ngambil. Hingga pada akhirnya, Cinda lelah dengan semua tuduhan benar teman-temannya dan merasa harus pensiun dari hobi isengnya itu. Meskipun begitu, ketika suatu saat ada salah satu handphone temannya hilang, Cinda adalah orang pertama yang wajib dicurigai sekalipun ia memasang muka melasnya itu untuk menjelaskan bahwa ia benar-benar tak mengambilnya. Menurut teman-temannya, justru, muka melasnya adalah faktor utama yang harus dicurigai. Hingga pada akhirnya, ketika teman-temannya mengetahui fakta bahwa Cinda benar-benar tak mengambilnya itu bukan berarti Cinda terbebas dari status tersangkanya. Sampai kapanpun, jika suatu saat ada handphone hilang lagi, maka Cinda lah orang pertama yang wajib dicurigai. Dan Cinda merasa dunia telah menusuknya dari belakang. Mengenaskan emang.
Selain itu, Cinda selalu identik dengan muka datar dan wajahnya yang melas sehingga membuat orang gemas serasa ingin menamparnya. Apalagi saat dia mulai cerita, pandangannya yang melas itu bisa meyakinkan orang meskipun ia berbohong, biasanya kalimat pertama yang ia ceritakan begitu menarik dan menimbulkan rasa penasaran diantara teman-temannya. Namun, ketika ia sudah menceritakan kalimat ke 2, pada akhirnya teman-temannya selalu memiliki rasa penyesalan karna sudah mendengar ceritanya. Ada 1 orang yang selalu termakan dengan cerita bohongnya yaitu Trisna. Kasihan benar emang.
Teman-temannya bertambah gemes, ketika Cinda sudah mulai menceritakan kehidupan kucingnya. Tea adalah kucing yang paling disayanginya, karena sudah sekitar 5 setengah tahun menemaninya. Ketika ia sudah mulai menceritakan kucingnya, ia akan mendramatisir ceritanya selayaknya Tea adalah pemeran utamanya. Cinda berharap bahwa Tea akan selalu menemaninya. Tapi, keinginannya itu berbanding terbalik dengan keinginan teman-temannya yang ingin melihat Tea segera menutup usianya. Karena, mereka tak tahan dengan cerita dramatisnya tentang Tea. Jika Cinda muka melas maka Tea muka tua. Menyedihkan emang.
Semua orang bisa menyanyi tapi tak semua orang ingin mendengarkannya. Cinda memang suka menyanyi tapi teman-temannya sangat tak ingin mendengarkannya. Mereka tak tahan ketika Cinda mulai menyanyi, selain suaranya yang fals, ternyata ia juga buta nada. Apalagi, teman satu kosnya yang bernama Uci, pernah ketika Cinda menyanyikan lagu Bunga Citra Lestari yang berjudul Kecewa, tentunya dengan nada Cinda sendiri, otomatis dia akan menyanyikan dengan nada baru, namanya juga buta nada, apapun yang dinyanyikan akan terdengar seperti lagu baru. Gara-gara Cinda menyanyikannya dengan nada yang berbeda dari lagu aslinya, si Uci jadi ikutan buta nada dan ia trauma ketika Cinda memintanya bernyanyi lagi. Meskipun, semua temannya tak ingin mendengarkannya bernyanyi, tapi Cinda paling suka jika berduet dengan Trisna. Bukan karna Trisna kasihan. Namun, karna kemiripan mereka berdua yang sama-sama buta nada membuatnya saling nyaman. Tragis emang.
Dengan suaranya yang benar-benar fals itu, tidak sepenuhnya membuatnya sedih. Ia justru senang, karna kebuta nadaan dirinya yang melekat permanen dalam dirinya itu mampu membuat teman-temannya tertawa. Bayangkan saja, jika semua teman-temannya suaranya bagus, maka dunia ini tidak akan menarik, tidak ada yang diejek dan tak ada yang tertawa. Mulia emang.
Cinda selalu mengklaim dirinya keren, manis dan selalu merasa teman-temannya kangen dengannya. Padahal, itu hanya imajinasi yang dibuatnya sendiri. Dan teman-temannya paling tak tahan ketika melihatnya berkedip, teman-temannya mengatakan kalau kedipannya itu fals. Padahal, berkedip kan tidak bersuara? Bagaimana bisa? Aneh emang.
Muka datarnya itu selalu membuat orang ingin menendang wajahnya, bahkan ketika menaiki sebuah wahana permainan yang lumayan menakutkan, mukanya benar-benar datar. Bukannya gak takut, tapi ia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengeluarkan ekspresinya, muka datarnya tak tertolong lagi. Bahkan, teriak pun ia buta nada. Mengenaskan emang.
Semua tentang Cinda memang tak tertolong lagi, hanya teman-temannya sajalah yang tau kepribadiannya dan sikapnya. Jika pertama kali kamu mengenalnya, maka kamu akan mengira, Cinda benar-benar seorang yang pendiam. Tapi, lihatlah setelah beberapa bulan kemudian, kamu akan menyesal telah menilainya sebagai orang yang pendiam. Ia hanya perlu adaptasi untuk mengeluarkan kegilaannya.
Meskipun begitu, Cinda paling tidak suka bila diremehkan, kalau ada yang meremehkannya, maka lain waktu ia akan membuktikannya bahwa dirinya bisa lebih dan lebih lagi. Tapi, ia tidak bisa membuktikan ketika ada salah satu temannya bilang kalau nada tertawanya mengerikan, ia sebenarnya ingin membuktikan tertawanya bisa lebih baik lagi. Namun, ia menyerah, nada tertawanya memang tidak bisa tertolong lagi, itulah Cinda. Meskipun, sakit hati dengan perkataan temannya sendiri, ia tetap akan mempertahankan nada tertawanya itu, karna ia tidak ingin menjadi orang lain hanya karna perkataan orang. Menurutnya, itu lebih mengerikan.
Cinda berusaha menjadi dirinya sendiri dengan caranya sendiri. Segala kekurangan yang ada pada dirinya memang bisa membuat teman-temannya tertawa. Ia tidak akan merubah dirinya hanya karna perkataan orang dan ia tak akan berusaha menjadi orang lain untuk disayangi. Cukup menjadi diri sendiri itu sudah cukup baginya, karna menjadi diri sendiri adalah kebanggaan besar baginya. Itulah Cinda. Mengesankan emang.

Copyright © 2012 My Story LifeTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.